*Pada kesempatan ini, sengaja kami menerbitkan post ke empat kami tepat pada tanggal 21 April. Hari ini, 21 April 2013 merupakan hari yang...

Gadis Ini Memiliki Jiwamu, Kartini

*Pada kesempatan ini, sengaja kami menerbitkan post ke empat kami tepat pada tanggal 21 April. Hari ini, 21 April 2013 merupakan hari yang memancarkan aura kerinduan pada sosok Raden Ajeng Kartini. Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh bagi Indonesia mengingat kegigihannya untuk memperjuangkan emansipasi wanita. Hingga detik ini, perjuangan beliau tak surut dimakan zaman. Jiwanya yang agung terus menggema di hati setiap insan Indonesia khususnya wanita - wanita bangsa ini. Di tengah gejolak peradaban ini, adalah satu orang wanita yang kami kira patut untuk kita lirik sebagai satu sosok pewaris jiwa Kartini. Dialah Yohana Febrianti Hera. Finalis best eleven X-Factor Indonesia. Beberapa hari yang lalu, kami sempat berbincang langsung dengan wanita ini. Tersungging senyum di atas manis pahit hidupnya. Seakan arwah Kartini telah merasuk padanya.

Dialah, Yohana
Ketika langit tak peduli padanya lagi, dia tetap menatap penuh syukur. Ketika bumi tak lagi bicara padanya, dia tetap melangkah. Ketika takdir tak berpihak padanya, dia tetap tersenyum. Kehidupan yang tak semua orang alami. Terhalang gunung, ia mendaki. Terhempas samudera atlantik, ia selami. Terhadang lubang, ia melompat. Dialah gadis yang menjiwai seluruh teka teki hidupnya. Tergerus arus kehidupan, ia tak pernah layu. Justru aral melintang tersebut menjadi jembatan baginya untuk menikmati irama hidupnya. Ia mencintai nada, ia suka bernyanyi, suara yang dimiliki tak ubahnya seruling surgawi.
Yohana, menggoreskan kisah hidupnya dengan tinta warisan R.A. Kartini. Ia merupakan sosok yang banyak belajar dari perihnya kehidupan. Ia menyadari cercaan padanya, tetapi tak pernah ia menceritakannya tanpa senyum.
Sedikit kami akan menuliskan goresan tersebut :
Usia SMA Yohana merupakan usia yang tak akan pernah ia lupakan. Disanalah ia sempat menemui keputusasaan terbesar dalam hidupnya. Bayangkanlah kawan, apabila kalian berjalan selama dua puluh satu detik, dan dua puluh satu detik itu kalian berjalan dengan menutup mata. Bayangkanlah kawan, apabila kalian belajar selama dua puluh satu menit, dan dua puluh satu menit itu dengan menutup mata. Bayangkanlah kawan, apabila anda berjalan bersama orangtua selama dua puluh satu hari dan anda ingin menatap orangtua anda, tetapi dua puluh satu hari itu kalian dengan menutup mata. Dan bayangkanlah kawan, dua puluh satu tahun langit melihat dirimu, tetapi selama dua puluh satu tahun kalian tak sekilaspun menatap wajah langit. Kita boleh menutup mata kita kawan, tetapi jangan pernah sekalipun menutup mata hati kita.
Yohana, adalah seseorang yang mungkin memiliki pengalaman lebih bersama penutup matanya. Ia tak pernah ingin menutup matanya, tetapi takdir lah yang menutupnya. Matanya selalu tidur, tetapi jiwanya tak pernah kantuk. Bersama kegelapan ia bulatkan tekad juangnya, bersama gelap ia menyinari dunia ini.
Tak pernah diduga suatu ketika dokter menjudge Yohana dengan penyakit glukoma :
Yohana terlahir tanpa cacat, ia dapat menyapa warna - warni dunia ini. Tetapi usia SMAnya berkata lain. Kisahnya berawal ketika ia merasa matanya perih oleh karena sinar matahari. Yang akhirnya membuatnya pergi ke apotek dan mendapatkan obat dari sana. Obat mata tersebut bekerja. Tetapi ketika ia tak menggunakan obat tersebut, matanya menjadi merah dan lebih perih. Ia kemudian menggunakan obat tersebut ketika merasa perih dan matanya memerah. Begitulah ia menggunakan obatnya sebelum daya pandangnya menyempit. Ia pikir hal tersebut hanyalah penyempitan sementara. Tetapi tidak, penyempitan itu menjadi lebih banyak sehingga hanya sebagian kecil jangkauan pandangnya. Akhirnya ia berobat ke dokter, dan apa kata dokter adalah apa yang tak pernah diharapkan oleh Yohana. "Glukoma", begitulah dokter mengatakan penyakit mata tersebut sebagai penyakit yang sangat berbahaya dan tak bisa diobati. Sebelum akhirnya mata Yohana tertutup sepenuhnya. She was officially blind.
Mendengar keterangan dokter tersebut, sungguh sakit hatinya sehingga membuatnya tak berhenti menangis hingga sehari. Yang kemudian ia sempat mencicipi rasa "kapur barus" sebagai bentuk keputusasaannya.
Ucap syukurnya atas hidup yang masih diberikan padanya ia ucapkan ketika kita temui. Dengan menyuguhkan senyum termanisnya.
Kisah pahitnya tersebut tak membuat segalanya berubah. Ia tetap memimpikan yang dulu ia mimpikan. Ia mencintai yang dulu ia cintai, termasuk bernyanyi. Beberapa kali ia mengikuti kompetisi nyanyi seperti Indonesian Idol dan IMB, ia gagal. Tetapi dengan kelemahan yang dimilikinya, tersusun kekuatan tekad padanya sehingga ia menjadi bintang di Indonesia. Ia telah berhasil mewujudkan mimpinya tersebut melalui X-Factor.
Tahukah kawan? Bahwa Yohana tak pernah sekalipun mengikuti privat bernyanyi. Ia berlatih nyanyi secara otodikdak. "Saya sih awalnya hanya belajar dari nenek, dia penyanyi keroncong" begitu ungkapnya.
Bersama dengan ketidakmungkinan dan hanya bermodal kebulatan tekad, ia dapat meraih mimpi tersebut.
Tak banyak yang dapat ia sampaikan kepada kami. Ia juga bercerita bahwa melalui perkuliahan pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Brawijaya, ia berharap dapat menjadi guru kelak. Sungguh harapan yang sederhana serta mulia.

Yakinlah, Kartini pasti tersenyum di atas sana. Kartini pasti bangga Indonesia memiliki Yohana. Tekad yang kuat dan perjuangan yang keras, pasti mimpi akan tercapai.
Pesan : Janganlah hanya menatap dunia ini melalui mata, karena seorang wanita dengan kekurangannya hanya menatap dunia ini dengan hati tetapi terwujud mimpinya. (HDC)

2 comments:

  1. Postingan yang sangat menginspirasi :)

    Harapan: Semoga tidak hanya ketika memperingati Hari Kartini saja Para Wanita Indonesia memahami dan mengerti pentingnya sebuah tekad dan perjuangan. Tokoh Kartini yang sangat berpengaruh bagi Indonesia mengingat kegigihannya untuk memperjuangkan emansipasi wanita harus selalu dijunjung tinggi dan dijadikan cambuk bagi Wanita Indonesia saat ini dan kedepannya agar mampu menyumbangkan diri untuk Bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  2. Oke gan.. Sebagai laki - laki juga tidak boleh meng-underestimate mereka lo :D

    ReplyDelete