Tholabul ilmi rupanya sudah menjadi keharusan bagi umat islam saat ini, terutama di Indonesia. Negara yang sangat damai dibandingkan beberapa negara yang sedang dipropaganda peperangan, negara yang kerusuhannya menjadi ladang amal untuk bersabar bagi masyarakatnya. Negara Indonesia yang senantiasa menjaga agar Nusantaranya tidak direbut oleh dalang utama ‘Arab Spring’.
Menuntut ilmu memang suatu keharusan,apalagi bagi umat islam, karena keutamaan-keutamaan yang diberikan kepada para cendikia atau penuntut ilmu. Mereka akan ditinggikan derajatnya beberapa derajat dan akan disanjung oleh penduduk yang ada di langit dan di bumi, bahkan ikan di lautan akan takjub kepada sang penuntut ilmu. Dalam kaidah islam, ilmu adalah apa saja yang datang dari Allah (Al-Qur’an) dan datang melalui Muhammad sebagai utusan Allah (Al-Hadist). Namun, sebelumnya saya berusaha untuk mengingatkan kepada diri saya sendiri lebih lagi kepada kita semua, bahwa jangan kita mengkotak-kotakkan ilmu. Jangan anggap bahwa ilmu (agama) hanya tentang sholat, haji, puasa, dan rangkaian ibadah baik wajib maupun sunnah. Namun semuanya adalah ilmu, kebudayaan, kedokteran, teknik, hukum, semuanya adalah ilmu karena mereka semua datang dari Allah. siapa lagi memang yang bisa menciptakan ilmu yang sekarang berkembang selain Allah? jadi, mari kita pelajari apapun yang bisa menambah pengetahuan dan output sosial yang baik.
Menuntut ilmu saat ini sangatlah mudah, karena akses media yang dapat dijangkau dengan fleksibel. Namun, akses yang mudah seperti saat ini membuat kita kurang berkorban untuk sebuah ilmu. Jangan mudah membeli ilmu di lapak pinggiran, yang saya maksud adalah, karena kemudahan akses menuntut ilmu, jangan sampai kita merasa sudah ‘punya’ ilmu hanya dengan membeli (membaca) suatu ilmu atau pengetahuan dari satu dua artikel, postingan, curhatan oleh seseorang yang menulis postingan tersebut. Termasuk tulisan ini. Jangan mudah percaya dengan saya, karena bisa saja saya saat ini sedang mencuci otak anda dan memaksa anda untuk sependapat dengan saya. Bisa juga melalui akses anda ke halaman web saya ini, saya bisa membongkar data pribadi anda untuk saya perjual belikan atau manfaatkan data anda demi kepentingan kapital. Semar selalu mengingatkan kita di belakang truk-truk Indonesia, ‘Eling lan Waspodo’. Waspada terhadap apapun bahkan ragu lah kepada ilmu kita sendiri, agar dengan keraguan itu kita bisa menggalinya lebih dalam hingga tahap konfirmasi ke pihak yang terkait atau ilmu yang terkait. Anda juga perlu waspada kepada saya, karena sebenarnya saya ini bukan penulis blog, saya adalah Power Ranger Merah yang menyamar demi mengalahkan Naruto. *eh bentar, Power Ranger lawannya Naruto kan?
Ilmu di lapak pinggiran maksudnya, ilmu yang disajikan secara murah, murah dalam arti bukan masalah ‘harga’. Siapa saja dapat mengakses ilmu tersebut, bisa membeli ilmu tersebut, bahkan seorang yang bukan keahliannya bisa mengkonsumsi ilmu tersebut. Padahal untuk memahami ilmu kedokteran, yang paling mengerti adalah seorang dokter. Namun bagaimana kondisi kita saat ini, ilmu diobral, dan siapa saja bisa mengaksesnya sehingga apapun latarbelakang identitas dan personalitasnya, ia bisa menginterpretasi ilmu itu dengan seenaknya sendiri. Padahal ilmu adalah suatu amanah, karena ilmu harus menjadi bermanfaat, bukan merugikan. Jika ilmu di tangan yang salah, ia tidak bisa menjadi manfaat. Maka amanah menuntut ilmu sudah tercederai. Bukankah Allah mengingatkan kepada kita bahwa ‘jika amanah sudah berada di tangan yang salah, tunggulah kehancuran.’
Begitu juga mempelajari ilmu mengenai Islam, karena ini terlalu sensitive, terutama perihal ibadah yang syar’i. Jangan mudah membeli ilmu di lapak pinggiran, dari fanspage, dari youtube, dari artikel yang tidak jelas penulisnya. Saya tidak mengatakan berarti yang di youtube dan media lain itu tidak benar. Sebagian besar benar, hanya saja jika sudah berada dan masuk media, akan dengan mudah membelokkan konten ilmu tersebut, akan dengan mudah memanipulasi isinya dengan cara mengedit video atau konten tulisan. Jadi menuntut ilmu yang paling baik adalah dengan cara berguru langsung ke sumbernya. Bersekolah, ikut kajian, mondok, dan membaca blog saya (bercanda, saya ini juga bertujuan untuk memprovokasi anda, supaya anda gak ketagihan sama ilmu pinggiran).
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, jika ada kekurangan dan salah penyampaian, saya sangat memohon maaf atas kelemahan dan kebodohan saya. Yang benar selalu datang dari Allah. Semoga bisa manfaat ya. Jangan lupa follow Instagram saya (debbicandra.d). promo dikit gakpapa kali, biar kalian tau penulis ini siapa dan dapat mengklarifikasinya, dan bertanggungjawab terutama di hadapan Allah. Sudah ya, saya mau lanjut tidurski duluski. Haha

0 komentar: